JAKARTA BARAT, PANCA News – Modus kejahatan domestik kembali terjadi di ibu kota. Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial NS (33) nekat menguras tabungan majikannya sendiri hingga mencapa Rp450 juta. Pelaku memanfaatkan posisinya sebagai perawat lansia (caregiver) untuk membobol rekening korban secara bertahap.
Pelarian dan aksi culas NS berakhir setelah jajaran Polsek Kalideres meringkusnya di tempat kerja korban, kawasan Jalan Tampak Siring, Kalideres, Jakarta Barat.
Kronologi Pembobolan: Manfaatkan Akses PIN ATM
Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, mengungkapkan bahwa penangkapan ini bermula dari kecurigaan korban yang mendapati adanya transaksi janggal dalam jumlah besar di rekening pribadinya. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, benang merah mengarah kuat kepada NS.
“Pelaku ini dipercaya penuh oleh korban untuk memegang kartu ATM beserta nomor PIN-nya. Tugasnya menaruh atau menarik uang tunai demi keperluan harian korban yang sudah lansia. Namun, kepercayaan itu justru disalahgunakan,” ujar Kompol Rihold saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).
Aksi penilapan ini tidak terjadi dalam semalam. Selama hampir satu tahun bekerja, NS secara lihai dan berkala menarik uang melebihi kebutuhan operasional korban tanpa pernah meminta izin. Total kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai Rp450 juta.
Hasil Kuras ATM: Beli Mobil hingga Perhiasan di Kampung Halaman
Polisi bergerak cepat menelusuri aliran dana hasil kejahatan tersebut. Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Rachmad Wibowo, membeberkan bahwa uang ratusan juta tersebut mayoritas telah dialirkan pelaku ke kampung halamannya di Tuban, Jawa Timur, untuk mengubah nasib secara instan.
Dari hasil pemeriksaan, uang haram tersebut diubah menjadi sejumlah aset mewah, di antaranya:
1 Unit Mobil (Kendaraan roda empat)
1 Unit Sepeda Motor
Berbagai macam perhiasan emas
“Saat ini kami telah mengamankan sejumlah perhiasan yang diduga kuat dibeli menggunakan uang hasil kejahatan, serta kartu ATM milik korban sebagai barang bukti utama,” tegas AKP Rachmad.
Polsek Kalideres saat ini masih melakukan koordinasi dan penelusuran (asset tracing) ke Tuban untuk menyita aset bergerak berupa mobil dan sepeda motor milik pelaku yang dibeli dari uang curian tersebut.
Imbauan Kepolisian
Berkaca dari kasus ini, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak abai dan tetap waspada, sekalipun terhadap orang terdekat atau pekerja yang sudah dipercaya di rumah.
“Kasus ini menjadi peringatan keras bagi kita semua. Jangan pernah memberikan akses penuh terhadap rekening, kartu ATM, maupun data perbankan (PIN/OTP) kepada siapa pun tanpa pengawasan ketat,” pungkas Rachmad.
Editor: Redaksi Media Panca News
Media Panca News – Selalu Memberikan Informasi Akurat,dan Terpercaya.











