Pancanews.com// Jakarta, Minggu (12/7/2026) – Aksi premanisme jalanan dan tawuran antar-kelompok pemuda kembali menghantui warga di kawasan Jembatan Gantung, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Dua kelompok yang diduga merupakan geng motor anak Kapuk dan kelompok remaja anak Jembatan Gantung dilaporkan kembali aktif menggelar aksi saling serang bersenjata tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan laporan dan keluhan warga setempat, aksi mencekam ini rutin terjadi setiap malam Minggu atau dini hari menjelang akhir pekan. Para pelaku yang didominasi oleh usia remaja mulai berkumpul dan beraksi pada pukul 03.00 WIB subuh hingga menjelang waktu bada Subuh.
“Mereka sudah sangat keterlaluan. Setiap malam Minggu jam 3 pagi pasti mulai ramai suara motor dan saling teriak. Mereka konvoi dan berjalan kaki sambil terang-terangan menenteng senjata tajam (sajam) ukuran besar seperti celurit dan parang,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya demi keamanan, Minggu (12/7/26).
Warga menyayangkan lambatnya respons dari aparat kepolisian sektor setempat. Pasalnya, meskipun wilayah Jembatan Gantung dan sekitarnya tergolong sebagai titik rawan konflik yang sering kali terjadi berulang, petugas keamanan atau tim patroli presisi hampir tidak pernah terlihat berada di lokasi saat peristiwa bentrokan sedang berlangsung.
“Tawuran ini bukan baru sekali dua kali, sudah sering kali terjadi di titik yang sama. Tapi herannya, setiap kejadian tidak pernah ada polisi yang datang untuk membubarkan atau berjaga di jam-jam rawan tersebut. Kami sebagai warga merasa dibiarkan dan sangat ketakutan menjadi korban salah sasaran atau aksi penjarahan,” lanjutnya.
Aksi saling serang menggunakan sajam dan petasan ini tidak hanya menimbulkan kebisingan yang mengganggu waktu istirahat, namun juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga sekitar. Para pedagang pasar subuh dan pengguna jalan yang hendak melintas terpaksa mencari jalan memutar karena takut menjadi korban kebrutalan geng motor tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, warga mendesak adanya tindakan tegas dan nyata dari Polsek Cengkareng maupun Polres Metro Jakarta Barat. Masyarakat berharap pihak kepolisian tidak hanya melakukan patroli formalitas, melainkan mendirikan pos pantau tetap atau menyiagakan personel bersenjata di sekitar Jembatan Gantung setiap malam akhir pekan mulai pukul 02.00 hingga pagi hari demi mengembalikan rasa aman lingkungan.
Reporter : Kamsiah Ameliana
Editor : IT Media Panca News Indonesia













