PancaNews
Pendidikan

Panggung Diskusi Menteri di UGM Berakhir Ricuh, Mahasiswa: Pancasila Mana yang Kalian Maksud?

PancaNewsIndonesia
14
×

Panggung Diskusi Menteri di UGM Berakhir Ricuh, Mahasiswa: Pancasila Mana yang Kalian Maksud?

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA, Media Panca News – Suasana diskusi bertajuk “Kopdar Bareng Mas Dar” yang menghadirkan sejumlah pejabat kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6) malam, berakhir antiklimaks. Aksi protes mahasiswa yang meluap di atas panggung memaksa agenda tersebut bubar prematur di tengah ketegangan.

​Diskusi yang sedianya mengangkat tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia’ tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Aksi ‘Ambil Alih’ Panggung

​Ketegangan memuncak saat Budiman Sudjatmiko mulai berbicara. Sekelompok massa mahasiswa secara mendadak bergerak menuju panggung, menyalakan sirine megaphone, dan mengambil alih kendali forum.

​Senat Mahasiswa (SEMA) UGM, melalui pernyataan resmi di media sosial, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap disparitas antara retorika pemerintah dengan realitas di lapangan.

“Di tengah kekacauan negara akibat salah urus, pejabat berbicara mengenai nilai Pancasila. Namun, Pancasila mana yang kalian maksud?” tulis SEMA UGM dalam rilis resminya, Rabu (17/6).

​Mahasiswa menyoroti ironi di mana pejabat bicara soal keadilan dan kesejahteraan, sementara di sisi lain, kritik publik sering kali dibungkam dan dikriminalisasi. “Siapa yang sebenarnya rezim layani? Cita-cita Pancasila atau cita-cita untuk berkuasa?” tegas perwakilan mahasiswa tersebut.

Versi Pemerintah: Ruang Dialog Terbuka

​Menanggapi penghentian paksa tersebut, Budiman Sudjatmiko menyatakan penyesalannya. Ia mengklaim bahwa dirinya sedianya siap berdialog dengan mahasiswa, namun prosedur keamanan memaksa evakuasi dilakukan demi mencegah situasi yang lebih tidak terkendali.

​Senada dengan Budiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono membantah narasi bahwa pihaknya menghindari dialog. Ia mengklaim bahwa kehadiran mereka justru untuk membuka ruang diskusi yang terbuka bagi kritik.

“Sudaryono dan Nusron tidak kabur. Kami bahkan sempat keluar dari mobil dan duduk bersila di aspal saat dihadang massa untuk melanjutkan dialog,” ujar Sudaryono. Menurutnya, insiden pelemparan air dan dugaan tindakan fisik menjadi faktor utama yang membuat diskusi tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

Kritik terhadap “Sakit Kronis” Pemerintah

​Insiden di GIK UGM ini menjadi sinyalemen ketidakpercayaan elemen kampus terhadap narasi pemerintah saat ini. Mahasiswa menilai pemerintah sedang berada dalam kondisi “sakit kronis”, di mana klaim mengenai Pancasila dianggap hanya menjadi pemanis di forum resmi tanpa implementasi nyata.

“Jika pemerintah terus merampas keadilan dan membiarkan perut rakyat kelaparan, jangan salahkan publik jika kesabaran ini habis,” pungkas pernyataan SEMA UGM.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lebih lanjut dari pihak rektorat UGM terkait insiden yang melibatkan para menteri di lingkungan kampus tersebut.

Editor: Team Redaksi Media Panca News

Media Panca News Memberikan Informasi Berita Akurat dan Terpercaya

Putih-Merah-Muda-Minimalis-Banner-Promosi-Self-Service-Laundry-20251128-154302-0000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *