Imbas Kabut Asap Karhutla RI, 591 Sekolah di Sarawak Malaysia Ditutup
Sebarkan artikel ini
JAKARTA, PANCA NEWS – Sebanyak 591 sekolah di Sarawak, Malaysia, terpaksa ditutup pada Jumat (21/8). Langkah ini diambil menyusul perburukan kualitas udara akibat kabut asap lintas batas yang meluas dari titik Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Kalimantan dan Sumatra.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari The New Straits Times, data dari portal Malaysian Air Pollutant Index Management System menunjukkan tingkat polusi yang mengkhawatirkan. Hingga pukul 06.00 waktu setempat, kualitas udara di wilayah perbatasan kian pekat.
Data Indeks Pencemar Udara (API) di Sarawak:
Serian, wilayah yang berdekatan langsung dengan perbatasan Malaysia-Indonesia, menjadi daerah dengan tingkat polusi terburuk. Berikut adalah rincian angka API di delapan wilayah Sarawak lainnya:
Serian: 242 (Sangat Tidak Sehat)
Sri Aman: 189 (Tidak Sehat)
Kuching: 188 (Tidak Sehat)
Samarahan: 180 (Tidak Sehat)
Sarikei: 172 (Tidak Sehat)
Sibu: 156 (Tidak Sehat)
Bintulu: 153 (Tidak Sehat)
Kapit: 107 (Tidak Sehat)
Samalaju: 36 (Baik)
Sebagai panduan, angka API 0-50 menunjukkan kualitas udara baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan angka di atas 300 masuk dalam kategori berbahaya.
Ratusan Ribu Siswa Terdampak
Menyusul kondisi kabut asap lintas batas ini, Departemen Pendidikan Sarawak pada Kamis mengonfirmasi penutupan 591 sekolah yang berada di bawah pengawasan 10 Kantor Pendidikan Distrik.
Penutupan ini berdampak langsung pada ratusan ribu pelajar, dengan rincian:
509 Sekolah Dasar (SD): 107.590 siswa terdampak.
82 Sekolah Menengah: 89.733 siswa terdampak.
Adapun sekolah-sekolah yang ditutup tersebar di wilayah pengawasan Kantor Pendidikan Distrik Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong.
Wartawan: Saud Maruntung Marbun
Media Panca News Selalu Memberikan Informasi Akurat Dan Terpercaya