JAKARTA, Media Panca News Indonesia – Hubungan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan institusi media kembali memanas. Karakter meledak-ledak sang presiden kembali terlihat saat ia melontarkan makian kepada jurnalis senior Kristen Welker dalam sesi wawancara eksklusif program Meet the Press di jaringan televisi NBC pada Minggu (7/6/2026).
Insiden ketegangan tersebut bermula ketika Welker mempertanyakan klaim sepihak Trump terkait hasil Pemilihan Presiden Amerika Serikat sebelumnya.
Berawal dari Klaim Tanpa Bukti
Dalam wawancara tersebut, Trump kembali mengungkit narasi lama bahwa Pemilu Amerika Serikat 2020 telah dimanipulasi secara sistematis untuk menjatuhkannya.
“Mereka melakukan kecurangan dalam pemilihan umum,” ujar Trump dengan nada tinggi, sebagaimana dikutip dari CBS News, Rabu (10/6/2026).
Mendengar pernyataan tersebut, Welker selaku pembawa acara langsung mengejar akuntabilitas atas pernyataan sang presiden.
“Apa Anda punya bukti konkret untuk mendukung hal itu?” tanya Welker.
Trump, tanpa menyodorkan dokumen maupun data valid, menjawab singkat:
“Yang perlu saya lakukan hanya melihat.”
Welker kemudian menanggapi secara tegas demi menjaga objektivitas wawancara.
“Tapi, itu bukan sebuah bukti,” timpalnya.
Maki Jurnalis hingga Sebut “Sayang” Sebelum Walk Out
Pernyataan Welker tampaknya menyulut emosi Trump. Presiden AS itu kemudian melancarkan serangan verbal, tidak hanya kepada Welker secara personal, tetapi juga terhadap sejumlah jaringan televisi besar Amerika Serikat seperti NBC, CBS, dan ABC.
“Anda ini curang atau bodoh!” kecam Trump kepada Welker, seperti dilaporkan MS Now.
Trump kemudian melanjutkan kritik kerasnya terhadap media.
“Mereka (media) curang, sama seperti Anda curang. Pers Anda curang. Dan Meet the Press juga curang!” imbuhnya dengan nada tinggi.
Menghadapi serangan personal tersebut, Welker tetap tenang dan mencoba mengendalikan situasi wawancara.
“Sejujurnya, saya tidak curang. Tapi, mari kita lanjutkan ke topik berikutnya,” balas Welker secara profesional.
Namun, Trump yang telah terpancing emosi akhirnya memilih menyudahi wawancara secara sepihak.
“Mari kita akhiri saja karena saya sudah muak,” cetus Trump sembari berdiri dari kursinya.
Sebelum meninggalkan lokasi wawancara (walk out), Trump sempat melontarkan kalimat bernada sarkastik:
“Thank you, darling. Have a good time.”
(Terima kasih, sayang. Senang-senang ya.)
Bukan Insiden Pertama: Rekam Jejak Perseteruan Trump dengan Jurnalis Perempuan
Sikap konfrontatif serta serangan verbal terhadap jurnalis—khususnya jurnalis perempuan—bukan menjadi hal baru bagi Donald Trump.
Berdasarkan catatan redaksi, dalam kurun satu tahun terakhir, Trump telah beberapa kali terlibat perseteruan sengit dengan awak media:
Waktu| Jurnalis / Media| Bentuk Serangan Verbal oleh Trump
November 2025| Catherine Lucey (Bloomberg)| Memintanya berhenti berbicara dan melontarkan hinaan dengan sebutan “babi”.
Desember 2025| Rachel Scott (ABC)| Menyebutnya sebagai salah satu reporter paling menyebalkan.
Mei 2026| Akayla Gardner (MS Now)| Menyebutnya “orang bodoh” setelah mempertanyakan transparansi biaya renovasi Gedung Putih.
Aksi walk out dan makian terbaru di program Meet the Press ini kembali memicu gelombang kritik dari berbagai organisasi kebebasan pers di Amerika Serikat. Mereka menilai tindakan sang presiden berpotensi membahayakan keselamatan jurnalis serta mengikis pilar demokrasi dan kebebasan pers.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden tersebut.
Wartawati :Aprilina Elvira Nunuhitu
Media Panca News Indonesia – Selalu Memberikan Informasi yang Akurat,dan Terpercaya.

