Media Pancanews.com / TANGERANG – Pelaksanaan ibadah kurban di Masjid Al-Hikmah, RT 003/RW 09, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, berlangsung khidmat dan tertib pada perayaan Idul Adha 1447 H, Rabu (27/05/2026) kemarin. Tahun ini, masjid berhasil menyembelih total 6 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang seluruhnya bersumber dari swadaya warga.
Ada perbedaan mencolok dalam mekanisme pembagian daging kurban tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pihak pengurus memutuskan untuk menghapus sistem antrean dalam pendistribusian daging ke masyarakat. Langkah ini diambil demi alasan keamanan, kenyamanan, dan mencegah terjadinya kerumunan.
“Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini kami tidak menerapkan sistem antrean dalam pembagian daging. Keputusan ini diambil semata-mata untuk menghindari kerumunan, menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan bersama,” ungkap Rudi Sitepu, Ketua DKM Masjid Al-Hikmah, saat ditemui awak media di lokasi kegiatan.
Dalam penyalurannya, panitia membagi wilayah sasaran menjadi dua zona, yaitu Ring 1 dan Ring 2. Untuk warga Ring 1 yang berada di lingkungan langsung masjid, daging disalurkan ke 384 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan untuk wilayah lebih luas atau Ring 2 yang mencakup sekitar 147 KK dari luar lingkungan RT 003, pembagian dilakukan melalui perwakilan masing-masing Ketua RT agar lebih merata dan tepat sasaran.
“Kalau untuk Ring 2, warga berasal dari RT-RT lain di luar wilayah kita, jadi pembagiannya kami serahkan melalui perwakilan RT agar pendistribusiannya lebih meluas, tertib, dan merata,” jelas Rudi.
Mengenai jumlah hewan kurban, Rudi mengakui angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan capaian tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu jumlah kambing bisa mencapai 18 ekor dan sapi sekitar 8 hingga 9 ekor, tahun ini angkanya turun menjadi 12 ekor kambing dan 6 ekor sapi. Penurunan ini terjadi karena beberapa calon pekurban membatalkan niatnya di detik-detik terakhir.
“Memang, kalau dibandingkan tahun lalu, jumlahnya sedikit menurun. Dulu rata-rata kambing bisa sampai 18 ekor, sekarang 12 ekor. Kalau sapi biasanya 8 sampai 9 ekor, sekarang hanya 6 ekor. Itu pun jumlahnya sempat berkurang karena ada beberapa yang batal berkurban mendadak,” aku Rudi.
Ia menegaskan, seluruh hewan kurban yang disembelih murni merupakan sumbangan dari warga, tanpa adanya bantuan dana, hewan, maupun subsidi pemotongan dari pihak pemerintah pusat maupun pemerintah daerah/Wali Kota Tangerang.
“Semuanya murni berasal dari swadaya warga, tidak ada bantuan dari mana pun. Harapan kami, semoga semakin banyak warga yang tergerak hatinya untuk berkurban di masjid ini, agar amal jariyah dan keberkahan terus mengalir,” tambahnya.
Selain sistem pembagian, inovasi juga diterapkan pada metode penyembelihan agar lebih sesuai syariat dan prinsip kesejahteraan hewan. Panitia kini menggunakan kerangkeng khusus, sehingga hewan tidak lagi ditarik paksa hingga jatuh ke tanah. Metode baru ini dinilai lebih aman, mudah, dan tidak menyakiti hewan kurban.
“Kalau dulu, hewan ditarik sampai jatuh. Tapi sekarang tidak. Kami sudah punya alat khusus berupa kerangkeng. Hewan cukup dimasukkan ke dalam kerangkeng tersebut, prosesnya jadi lebih mudah, cepat, dan pastinya tidak menyakiti hewan,” terangnya.
Sementara untuk aspek kesehatan hewan, Rudi menjelaskan bahwa pihaknya tidak lagi melibatkan dokter hewan dari dinas terkait. Hal ini didasari adanya jaminan kesehatan langsung dari pihak peternak penyedia hewan kurban.
“Untuk pemeriksaan kesehatan, kami tidak melibatkan petugas luar, karena dari pihak peternak sendiri sudah memberikan jaminan bahwa hewan-hewan tersebut sehat dan layak untuk dikurbankan,” tegasnya.
Di akhir wawancara, panitia berharap tren penurunan jumlah hewan kurban ini hanya bersifat sementara. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya jamaah Masjid Al-Hikmah, untuk mulai menyisihkan rezeki sejak dini, agar tahun depan antusiasme berkurban kembali meningkat dan semakin meriah.
Wartawan: Ridwan Umar Lubis













