PancaNews
Lingkungan

​Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin: BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing, Warga Mengungsi

PancaNewsIndonesia
32
×

​Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin: BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing, Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini

TANGERANG Media Panca News – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memasuki hari kedua pada Rabu (1/7/2026). Upaya pemadaman kini ditingkatkan secara signifikan dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyusul meluasnya area yang terbakar hingga mencapai 5 hektare.

Situasi Terkini dan Langkah Darurat

​Setelah berjibaku selama lebih dari 24 jam sejak api pertama kali muncul pada Selasa (30/6/2026) pukul 11.00 WIB, tim pemadam gabungan dari BPBD Kabupaten Tangerang dan instansi terkait masih terus berupaya menjinakkan api.

​Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, secara resmi telah menginstruksikan pengerahan helikopter water bombing untuk membantu proses pendinginan dari udara. Operasi ini dijadwalkan dimulai sejak Rabu pagi pukul 09.00 WIB. Selain itu, BNPB juga menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat jenis Caravan untuk mendukung pemadaman.

​”Kami kerahkan helikopter water bombing. Jika diperlukan, kita akan lakukan operasi modifikasi cuaca untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak meluas,” tegas Suharyanto dalam rilis resminya, Rabu (1/7/2026).

Dampak bagi Warga

​Kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dari lokasi TPA telah masuk ke pemukiman warga, menyebabkan gangguan pernapasan. Data terbaru menunjukkan sedikitnya 15 jiwa dari 5 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari paparan asap berbahaya.

​Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Puskesmas Rajeg dan Mauk telah menyiagakan petugas medis di lokasi pengungsian serta membagikan masker sebagai langkah mitigasi awal kesehatan bagi warga sekitar.

Penyebab Kebakaran

​Berdasarkan keterangan Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, kebakaran diduga dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tangerang. Suhu panas yang tinggi memicu penguapan gas metana yang terperangkap di bawah tumpukan sampah organik. Gas metana yang mudah terbakar tersebut kemudian tersambar api, yang dengan cepat merambat luas akibat kencangnya hembusan angin.

Catatan Pengelolaan TPA

​TPA Jatiwaringin yang memiliki luas sekitar 21-31 hektare ini memang kerap menjadi sorotan karena sistem open dumping yang dianggap tidak memadai. Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq sempat memberikan peringatan keras dan sanksi administratif kepada pengelola TPA terkait buruknya manajemen pengelolaan sampah yang mengakibatkan pencemaran air lindi dan seringnya insiden kebakaran.

​Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan masih berfokus melakukan penyiraman pada titik-titik api yang masih aktif menggunakan 10 unit armada pemadam kebakaran dan bantuan serangan udara dari helikopter BNPB.

Pewarta : Boy

Editor : Media Panca News

Media Panca News Selalu Memberikan Informasi Akurat Dan Terpercaya.

Putih-Merah-Muda-Minimalis-Banner-Promosi-Self-Service-Laundry-20251128-154302-0000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *