PANCANEWS.COM// JAKARTA — Bareskrim Polri terus mendalami hasil penggerebekan serentak yang digelar di Kampung Ambon, Cengkareng, dan Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat pada Jumat (9/10/2026). Penyelidikan difokuskan untuk mengungkap jaringan besar yang berada di balik aktivitas peredaran narkotika di kedua kawasan tersebut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Kristian Siagian, menyatakan pihaknya belum memastikan apakah kedua wilayah itu terhubung dalam satu jaringan atau memiliki pemasok yang berbeda.
“Akan kita dalami penyuplai besar ke berbagai kawasan narkoba itu. Apakah merupakan satu jaringan atau berbeda, apakah jaringan satu sama lain terkait. Akan kita buru bandar besar,” ujar Brigjen Kristian dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).
Kristian juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif dalam pemberantasan narkotika. Informasi dari warga dinilai sangat penting untuk membantu kepolisian memutus rantai distribusi barang terlarang.
“Kami sangat berharap sinergitas antara Polri dan stakeholder, terutama masyarakat terkait peredaran narkoba. Polisi bersama masyarakat berantas mata rantai bandar narkoba,” katanya.
Operasi penggerebekan serentak digelar pada Jumat pagi, melibatkan sekitar 700 personel gabungan dari unsur Polri dan TNI.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, menjelaskan:
“Pada pagi hari tadi kami melaksanakan operasi secara simultan di dua titik, yaitu di Kampung Boncos dan juga di Kampung Ambon dengan kekuatan 700 personel, yaitu dari Brimob, Dalmas, dari Narkoba baik Polda, Mabes Polri, maupun Polres, kemudian dari TNI.”
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 24 orang. Sebanyak 16 orang dari Kampung Ambon dan 8 orang lainnya dari Kampung Boncos.
Penggerebekan di Kampung Ambon sempat diwarnai aksi kejar-kejaran. Sejumlah orang berusaha melarikan diri, bahkan ada yang melompat ke sungai untuk menghindari petugas. Namun, seluruhnya berhasil diamankan.
“Di Kampung Ambon khususnya ini ya, kita temukan orang-orang yang berusaha lari. Ada yang ke sungai tadi, kemudian kita lakukan pengamanan. Kita borgol,” ungkap Bismo.
Saat menyisir sejumlah rumah, petugas menemukan berbagai barang bukti berupa narkotika, uang tunai, serta senjata tajam berupa panah, tombak, dan busur. Petugas juga menemukan tempat yang diduga digunakan untuk menyewakan alat isap narkoba atau bong kepada pengguna.
Saat ini hasil penggerebekan sedang didalami penyidik Bareskrim Polri untuk mengungkap pemasok utama, menelusuri keterkaitan jaringan di kedua kawasan, serta menindak pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam peredaran narkotika.
Red(Tommi Hutauruk)













