pancaNews.com/ JAKARTA – Warga RT 014/014, Pedongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat, menggelar musyawarah pada 4 April 2026 terkait kebijakan penutupan gerbang di Jalan Dolar pada malam hari.
Adapun musyawarah tersebut di hadiri LMK 014 ibu Maryati kelurahan kapuk, Pak RW Satimin 014, dan Ibu Chan sebagai bendahara RW, dan Para Dawis, serta para warga RT 014/014.
Selanjutnya untuk meminta tanda tangan warga untuk keabsahan.

Kegiatan ini digelar demi menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan, menyikapi adanya laporan CRM tertanggal 20 Maret 2026 yang dilayangkan oleh pihak yang diketahui bukan berasal dari wilayah setempat.
Ketua RT 014/014, A. Yani, menjelaskan bahwa pembangunan gerbang tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2018 dan seluruh prosedur perizinan telah berjalan sesuai aturan, mulai dari tingkat RW, Kelurahan, hingga pihak keamanan seperti Linmas dan Bimas Kapuk.
“Pagar ini kami bangun sejak 2018 sebagai langkah antisipasi. Wilayah kami sebelumnya rawan dengan tawuran antarwarga, penodongan, hipnotis, hingga penjambretan. Jadi penutupan ini bukan tanpa alasan,” ujar A. Yani.
Menurut aturan yang berlaku, gerbang ditutup mulai pukul 24.00 WIB dan dibuka kembali pada pukul 05.00 WIB. Kebijakan ini dibuat agar tidak menghambat aktivitas warga yang berangkat kerja maupun anak sekolah di pagi hari. Petugas Linmas pun selalu siaga; jika ada warga yang keluar atau masuk di jam tutup, atau dalam keadaan darurat seperti kebakaran maupun kondisi medis, gerbang akan segera dibuka atas dasar kemanusiaan.
Sementara itu, warga menilai laporan CRM yang masuk tidak berdasar dan tidak memiliki landasan yang jelas. Warga menegaskan bahwa pelapor bukan berasal dari wilayah RT 014/014, sehingga dianggap tidak berkepentingan untuk mengatur kebijakan lingkungan orang lain.

“Laporan tersebut justru dianggap mengganggu dan tidak ada manfaatnya. Faktanya, aktivitas malam hari yang dikeluhkan tidak terjadi di wilayah kami, bahkan lokasi yang dimaksud pun berada di luar batas RT kami,” ungkap salah satu warga.
Warga juga menambahkan bahwa masih banyak jalan alternatif yang bisa digunakan oleh pihak luar. Hasil musyawarah pun bulat: warga tetap sepakat menutup gerbang pada jam yang telah ditetapkan demi keamanan bersama, karena kebijakan ini terbukti efektif menekan angka kriminalitas.
Narasumber: Agus Sunandi













