PancaNews
DaerahKesehatan

Ambulans Nganggur Terbentur Aturan, Warga Kecewa Pelayanan Puskesmas Pondok Bahar Tangerang

PancaNewsIndonesia
116
×

Ambulans Nganggur Terbentur Aturan, Warga Kecewa Pelayanan Puskesmas Pondok Bahar Tangerang

Sebarkan artikel ini
(Doc,Foto : Ambulans Nganggur Terbentur Aturan,)

TANGERANG, PANCANEWS.COM — Kekecewaan mendalam dirasakan oleh warga Pondok Bahar, khususnya di wilayah RT 002/RW 02, Kota Tangerang. Hal ini dipicu oleh tidak berfungsinya layanan ambulans di UGD Puskesmas Pondok Bahar saat kondisi darurat, di mana seorang pasien anak sebatang kara membutuhkan rujukan segera ke rumah sakit.

​Insiden bermula saat pasien tersebut dibawa ke UGD Puskesmas Pondok Bahar untuk mendapatkan pertolongan pertama. Meski pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan, ambulans atau Puskesmas Keliling (Pusling) yang terparkir di garasi lokasi tidak dapat digunakan. Pihak puskesmas beralasan sopir ambulans sedang tidak ada di tempat dan prosedur rujukan harus mengikuti Standard Operating Procedure (SOP) birokrasi melalui aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute).

​Aturan birokrasi yang dinilai rumit dan lamban ini memicu reaksi keras dari warga. Ketua RW 02, Ahmad Maulana, menyampaikan keprihatinannya atas lambannya penanganan dari pihak fasilitas kesehatan tersebut.

“Ini kejadian luar biasa. Puskesmas Pondok Bahar tidak ada tindakan cepat padahal ada pasien yang wajib dirujuk ke rumah sakit. Ambulans yang dibeli pakai uang rakyat pada kenyataannya dipersulit untuk dipakai karena alasan birokrasi yang rumit,” tegas Ahmad Maulana. Ia juga mendesak agar pemerintah melalui Dinas Kesehatan lebih mengedepankan nilai kemanusiaan untuk pasien yang butuh pertolongan darurat alih-alih membiarkan ambulans menganggur di garasi.

​Terkait insiden tersebut, Kepala Puskesmas Pondok Bahar, Bapak Tetep, turut menyayangkan terjadinya kendala penanganan, terlebih pasien berada dalam kondisi darurat dan berstatus yatim piatu yang diasuh oleh warga setempat.

​Di tengah kebuntuan pelayanan, Ketua RT 02, Eya Wahyudin, mengambil inisiatif cepat. Tergerak oleh rasa kemanusiaan, ia memutuskan untuk menyewa mobil umum dan menalangi dana perawatan yang dibutuhkan demi menyelamatkan nyawa pasien. Tindakan ini turut dibantu oleh pengurus RT, Agustus Riyanto ST, yang sigap mengantarkan sekaligus mengurus administrasi pasien di rumah sakit rujukan.

​Aksi cepat tanggap dari Ketua RT 02 Eya Wahyudin dan Agus Riyanto ST ini menuai apresiasi dan kebanggaan dari warga Pondok Bahar. Jiwa kemanusiaan, inisiatif, dan moralitas tinggi seperti inilah yang diharapkan warga dapat menjadi contoh, terutama bagi instansi pelayanan publik yang menyangkut nyawa masyarakat.

Wartawan: Putra

Editor: Redaksi Panca News

Media Panca News — Selalu Memberikan Informasi Akurat Dan Terpercaya

 

 

(Doc; Foto : Warga Kecewa Pelayanan Puskesmas Pondok Bahar Tangerang)
Putih-Merah-Muda-Minimalis-Banner-Promosi-Self-Service-Laundry-20251128-154302-0000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *