TANGERANG, PANCANEWS.COM – Sejumlah warga di Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, dihebohkan oleh perubahan data desil kemiskinan yang mendadak naik secara signifikan. Akibatnya, banyak warga yang masuk kategori prasejahtera terancam dicoret dari daftar penerima Bantuan Sosial (Bansos) pemerintah.
Keluhan dan kekecewaan warga ini langsung tertuju kepada Ketua RW 02, Ahmad Maulana. Warga merasa heran karena kondisi ekonomi mereka tidak mengalami peningkatan yang berarti, namun status desil mereka di dalam sistem justru naik sehingga dianggap tidak lagi layak menerima bantuan.
Mirisnya, persoalan data ini turut menimpa seorang nenek renta yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sang nenek yang seharusnya menjadi prioritas penerima manfaat, justru menjadi “korban” sistem akibat perubahan desil tersebut.
Merespons keresahan warga, Ketua RW 02 Ahmad Maulana mengaku prihatin dan tidak tinggal diam. Ia segera mengambil langkah cepat dengan menginisiasi rapat mediasi dan klarifikasi di Kantor Kelurahan Pondok Bahar.
”Ini harus segera ditindaklanjuti. Warga yang benar-benar membutuhkan tidak boleh kehilangan haknya hanya karena masalah data,” tegas Ahmad Maulana.
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, di antaranya:
Ketua RW 02, Ahmad Maulana
Kasie Kemasyarakatan (Kemas) Kelurahan Pondok Bahar
Pendamping PKH Wilayah Kecamatan Karang Tengah, Pak Malik
Jajaran Ketua RT setempat
Tokoh masyarakat dan perwakilan warga yang terdampak
Dalam pertemuan tersebut, Pendamping PKH, Pak Malik, memberikan penjelasan teknis terkait anomali data tersebut. Ia menuturkan bahwa perubahan desil yang terjadi merupakan indikasi pembacaan sistem (by system) yang terintegrasi dengan Nomor Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Namun, Pak Malik memastikan bahwa jika terjadi kekeliruan pembacaan tingkat kesejahteraan oleh sistem, warga tidak perlu panik.
”Jika memang kondisi riilnya masuk kategori prasejahtera, ada mekanisme pengajuan surat perubahan atau perbaikan data kembali agar warga tetap bisa mendapatkan haknya,” jelas Pak Malik di hadapan warga.
Mendengar penjelasan tersebut, perwakilan warga yang hadir merasa jauh lebih lega. Kekhawatiran mereka akan terputusnya bantuan sosial kini mendapatkan titik terang dan solusi yang pasti.
Langkah mediasi ini sekaligus membuktikan keberanian dan kebijaksanaan Ketua RW 02, Ahmad Maulana, dalam menjembatani dan mengawal hak-hak warganya secara langsung kepada pihak berwenang. Kini, warga tinggal mengikuti prosedur perbaikan data kelurahan agar Bansos dapat kembali tersalurkan tepat sasaran.
Laporan Wartawan Kota Tangerang: Putra
Editor: Redaksi Panca News
Media Panca News — Selalu Memberikan Informasi Akurat dan Terpercaya.












