PancaNews
Bisnis

Kabut Asap Jambi: Jarak Pandang Anjlok, Dua Penerbangan Dialihkan

PancaNewsIndonesia
91
×

Kabut Asap Jambi: Jarak Pandang Anjlok, Dua Penerbangan Dialihkan

Sebarkan artikel ini
Dua penerbangan dari Jakarta tujuan Jambi terpaksa dialihkan ke Batam dan Palembang akibat kabut asap tebal di Bandara Sultan Thaha.
JAMBI, PANCANEWS.COM – Kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Jambi berdampak langsung pada aktivitas penerbangan. Jarak pandang (visibility) di Bandara Sultan Thaha, Jambi, dilaporkan anjlok drastis hingga menyentuh angka 1.000 meter pada Minggu (23/8/2026) pagi hingga siang.
​Kondisi cuaca yang tidak bersahabat ini memaksa dua pesawat dari Jakarta tujuan Jambi harus dialihkan (divert) ke bandara alternatif, yakni Batam dan Palembang.
​General Manager PT Angkasa Pura Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Ardon Marbun, membenarkan adanya pengalihan dua jadwal pendaratan pesawat pada Minggu pagi.
“Dampak kabut asap ini secara langsung memengaruhi dua jadwal kedatangan dari Jakarta (CGK) menuju Jambi (DJB),” ujar Ardon, mengutip laporan dari Antara.
Rincian Pesawat yang Dialihkan
​Berdasarkan data dari pihak bandara, berikut adalah rincian penerbangan yang terdampak kabut asap:
​Batik Air (ID 6804): Pesawat Airbus A320 (PK-LAT) yang dipiloti Kapten Kemas Muhammad Fatur ini membawa 138 penumpang dewasa dan 1 bayi. Pesawat dijadwalkan mendarat pukul 10.40 WIB. Namun, pada pukul 10.45 WIB, petugas Air Traffic Control (ATC) memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke Batam karena jarak pandang di Jambi hanya tersisa 1.000 meter.
​Super Air Jet (IU 842): Pesawat Airbus A320 (PK-STZ) yang membawa 120 penumpang dewasa dan 1 anak-anak ini dijadwalkan mendarat pukul 11.25 WIB. Mengingat kondisi cuaca di area landasan tak kunjung membaik, rute pendaratan akhirnya dialihkan ke Palembang.
Visibilitas Berangsur Normal
​Ardon menjelaskan kronologi penurunan jarak pandang di area bandara. Pada pukul 09.30 WIB, jarak pandang masih berada di kategori aman, yakni 5.000 meter. Namun, satu jam berselang pada pukul 10.30 WIB, jarak pandang anjlok menjadi 1.000 meter dan kondisi tersebut bertahan hingga pukul 11.30 WIB.
​Memasuki siang hari, pihak bandara memastikan cuaca mulai berangsur pulih dan jarak pandang kembali normal di angka 3.500 meter.
​Berkat membaiknya jarak pandang tersebut, maskapai Garuda Indonesia rute Jakarta-Jambi berhasil mendarat dengan selamat pada pukul 13.44 WIB. Sementara itu, nasib dua penerbangan pagi yang dialihkan masih tertunda.
“Garuda siang sudah normal landing, sejauh ini masih Garuda yang bisa mendarat. Dua pesawat pagi yang dialihkan tadi belum bisa mendarat kembali ke Bandara Sultan Thaha,” pungkas Ardon.
​Wartawan: Saud Maruntung Marbun
Panca News – Selalu Memberikan Informasi Akurat Dan Terpercaya
Putih-Merah-Muda-Minimalis-Banner-Promosi-Self-Service-Laundry-20251128-154302-0000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *