PancaNews
Ekonomi

SpaceX Resmi Melantai di Bursa Nasdaq Amerika:Elon Musk Cetak Sejarah Triliuner Pertama di Dunia

PancaNewsIndonesia
27
×

SpaceX Resmi Melantai di Bursa Nasdaq Amerika:Elon Musk Cetak Sejarah Triliuner Pertama di Dunia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Media Panca News – Sejarah baru tercipta di bursa saham Amerika Serikat. SpaceX, perusahaan antariksa yang dinakhodai Elon Musk, resmi melantai di Nasdaq pada Jumat (12/6). Langkah ini bukan sekadar proses initial public offering (IPO) biasa; ini adalah panggung pembuktian bagi ambisi Musk yang melampaui batas bumi, yang sekaligus menobatkannya sebagai manusia pertama di dunia dengan kekayaan pribadi menembus angka US$1 triliun.

Lonjakan Perdana dan Valuasi Fantastis

​Saham SpaceX langsung tancap gas begitu lonceng pembukaan dibunyikan di Nasdaq MarketSite oleh Presiden SpaceX, Gwynne Shotwell, dan CFO Bret Johnsen. Dibuka pada harga US150 per lembar—naik 11 persen dari harga IPO US135—saham perusahaan terus merangkak naik hingga menutup perdagangan di level US$159, atau melesat 18 persen.

​Dengan angka tersebut, kapitalisasi pasar SpaceX kini menyentuh angka psikologis US$1,96 triliun, angka yang menempatkan perusahaan ini di jajaran elit korporasi paling bernilai di planet ini. Tingginya minat investor, yang bahkan mencapai empat kali lipat dari jumlah saham yang ditawarkan, menunjukkan betapa besar kepercayaan pasar terhadap visi luar angkasa Musk.

Menakar “Kepercayaan” Investor

​Samuel Kerr, Kepala Global Equity Capital Markets Mergermarket, menyebut fenomena ini sebagai manifestasi dari antusiasme pasar yang tak terbendung. Namun, di balik angka fantastis tersebut, terdapat dinamika kepemilikan yang menarik. Data Bloomberg mengungkap bahwa 70 persen alokasi saham institusional didominasi oleh investor jangka panjang dan sovereign wealth fund dari Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Kuwait. Kehadiran dana abadi negara-negara ini menjadi sinyal bahwa SpaceX kini telah dianggap sebagai aset strategis global, bukan sekadar perusahaan teknologi komersial.

Paradoks Bisnis: Rugi Besar, Valuasi Raksasa

​Namun, di balik pesta pasar modal ini, terdapat realitas bisnis yang cukup kontras. SpaceX dilaporkan masih mencatatkan kerugian operasional hampir US$5 miliar sepanjang tahun lalu. Valuasi triliunan dolar ini tampaknya lebih didorong oleh spekulasi masa depan dibandingkan performa bottom line saat ini.

​Ketergantungan SpaceX pada Starlink—yang menyumbang hingga 80 persen dari total pendapatan—menjadi pisau bermata dua. Jika layanan internet satelit ini mengalami kendala teknis atau persaingan harga yang lebih ketat, pondasi keuangan SpaceX akan langsung teruji. Di sisi lain, peluncuran roket Falcon 9 yang membawa 29 satelit tepat di hari IPO, menjadi pengingat bagi investor bahwa “mesin uang” perusahaan tetap beroperasi di garis depan teknologi.

Tolok Ukur Baru Industri Teknologi

​IPO SpaceX dipandang sebagai benchmark penting bagi gelombang penawaran saham perusahaan teknologi besar berikutnya. Fokus pasar kini mulai bergeser ke arah perusahaan kecerdasan buatan (AI) seperti Anthropic dan OpenAI. Investor kini menanti: apakah valuasi SpaceX akan menjadi standar emas baru, atau justru menjadi peringatan bahwa pasar sedang berada dalam gelembung optimisme yang berlebihan?

​Satu hal yang pasti, dengan melantainya SpaceX, Elon Musk telah menegaskan posisinya tidak hanya sebagai inovator, tetapi juga sebagai arsitek ekonomi baru yang mengintegrasikan industri luar angkasa dengan pasar modal konvensional. Dunia kini menanti, apakah SpaceX mampu mengubah optimisme pasar ini menjadi laba nyata yang berkelanjutan, atau jika perjalanan mereka di bursa akan mengalami turbulensi sehebat peluncuran roket mereka.

Redaksi Media Panca News Melaporkan dari Jakarta untuk pembaca yang menginginkan kedalaman informasi.

Putih-Merah-Muda-Minimalis-Banner-Promosi-Self-Service-Laundry-20251128-154302-0000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *