Pancanews.com/ TANGERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) organisasi Pemuda Batak Bersatu (PBB), Johannes NW Panjaitan, menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca mobil di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (30/04/2026).
Peristiwa bermula saat korban dalam perjalanan dari arah Cikupa menuju Pasar Kemis. Di tengah jalan, korban diberitahu oleh orang tidak dikenal bahwa ban mobilnya kempes. Setelah mengganti ban di sekitar Jalan Raya Otonom, korban sempat berhenti di area SPBU Pasir Gadung, dekat Pos Polisi Cikupamas.Sesampainya di lokasi tersebut, korban terkejut karena menemukan kaca mobil bagian kanan belakang sudah pecah. Sejumlah barang yang berada di dalam kendaraan raib dibawa pelaku.
“Yang dipecah itu kaca sebelah kanan belakang sopir. Karena posisinya menempel tembok, awalnya tidak terlihat,” ujar Johannes.

Berdasarkan Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK) Nomor: SKTLK/1569/YAN.2.4.1/IV/2026/SEK.CKP/SIAGA SPKT yang diterima di Polsek Cikupa, barang yang hilang diduga terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.
Daftar Barang Hilang:
– Dokumen administrasi organisasi (surat pertemuan, buku saku peraturan, SK pengangkatan, dll).
– Sebanyak 28 Kartu Tanda Anggota (KTA) yang terdiri dari:- 4 KTA Anggota DPD Banten
– 2 KTA PAC Ciledug
– 11 KTA PAC Balaraja
– 10 KTA PAC Kabupaten Serang
– 1 KTA PAC Pinang
– 16 botol madu (estimasi kerugian Rp1,6 juta).
– Tas laptop kulit (estimasi nilai Rp1,5 juta).
Johannes menegaskan bahwa tidak ada uang tunai yang hilang dalam insiden ini. Namun, hilangnya dokumen organisasi dinilai sangat merugikan karena berkaitan dengan administrasi internal.
“Kalau kerugian uang tidak ada, karena memang tidak ada uang di dalam tas. Yang paling penting bagi saya adalah dokumen,” jelasnya.
Respon Polisi dan Investigasi
Korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Cikupa pada pukul 22.00 WIB. Johannes mengapresiasi respon pihak kepolisian yang dinilai cepat dalam menindaklanjuti laporan tersebut.
“Puji Tuhan, respons Polsek Cikupa bagus. Mereka cepat dan langsung menindaklanjuti. Penyidik juga sudah ke TKP dan akan meminta rekaman CCTV dari pihak SPBU,” katanya.
Saat ini, pihak kepolisian sedang memproses bukti dan meminta akses rekaman CCTV di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.
Imbauan Keamanan
Melalui kejadian ini, Johannes mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus kejahatan jalanan.
“Kalau ada yang bilang ‘Pak, ban bocor’, itu perlu diwaspadai. Bisa saja itu bagian dari modus kejahatan untuk memancing korban berhenti,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar masyarakat yang membawa uang dalam jumlah besar untuk meminta pengawalan dari aparat kepolisian demi keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak berwajib. Korban berharap dokumen-dokumen penting tersebut dapat segera ditemukan.
Reporter : Aprilina Elvira Nunuhitu













